This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 23 April 2015

Comparisson Degree

I.                   Pengertian
The Degrees of Comparison (tingkat perbandingan) adalah istilah dalam bahasa inggrisyang merupakan tingkat-tingkat perbandingan pada kata sifat (Adjectives). Materi degree of comparison ini masuk dalam kategori adverbial dan adjectives karena menggunakan kedua element tersebut untuk membuat sebuah kalimat degree of comparison. 

II.                Macam-Macam Degree of Comparison
Degree of comparison dalam bahasa Inggris dibagi menjadi 3 jenis tingkatan: Positive, Comparative dan Superlative.
a)      Positive adalah membandingkan dua atau lebih orang atau sesuatu yang mempunyai kualitas kerja atau sifat yang sama.

Contoh:
Ø  You cry as loud as my baby (kamu menangis sekeras bayiku).
Ø  I am not as handsome as my father (aku tidak seganteng ayahku).
Ø  Your smile is as sweet as mine (senyummu semanis senyumku).
Ø  She works as hard as her manager (dia bekerja sekeras managernya).
Ø  Life is not as difficult as you think (hidup itu tidak sesulit yang kamu pikirkan)

b)     Comparative adalah membandingkan dua atau lebih orang atau sesuatu yang mempunyai kualitas kerja atau sifat yang tidak sama, dimana salah satunya lebih jika dibanding yang lainnya.

Contoh:
Ø  Your car is bigger than mine (mobilmu lebih besar dari mobilku)
Ø  She can dive deeper than me (dia bisa menyelam lebih dalam daripada aku)
Ø  I am smarter than you (aku lebih pintar daripada kamu)
Ø  She drives better than me (dia menyetir dengan lebih baik daripada aku)
Ø  Jack can climb the cliff higher than the others (Jack bisa memanjat tebing itu lebih tinggi daripada yang lain)

c)      Superlative untuk membandingkan seseorang atau sesuatu dengan group atau kelompoknya.

Contoh:
Ø  Komodo dragon is the biggest lizard in the world (Komodo adalah kadal terbesar di dunia)
Ø  For me you are the most beautiful girl I have ever met (Bagiku kamu adalah gadis tercantik yang pernah ku temui).
Ø  I will do my best to help you (Aku akan melakukan yang terbaik untuk membantumu)
Ø  Our company delivers the fastest of your goods (Perusahaan kami mengantar Anda yang paling cepat).
Ø  You must try the most spiciest condiment in this restaurant (Kamu harus coba sambal yang paling pedas di restoran ini)

Sumber :
-          http://www.wordsmile.com/pengertian-contoh-kalimat-degrees-comparison

-          http://inggrisonline.com/penjelasan-lengkap-tentang-degree-of-comparison-superlative-comparative/

Adverb vs Adjective


I.                   Pengertian dan penggunaannya

a.      Adverb
Adverb (kata keterangan) adalah merupakan satu dari delapan part of speech yang digunakan untuk mendeskripsikan atau menerangkan verb (kata kerja), adjective (kata sifat), maupun adverb lain. Dalam percapakan maupun tulisan kata adverb banyak sekali digunakan.

Adverb atau kata keterangan adalah kata yang memberikan penjelasan mengenai tempat, waktu dan cara suatu kegiatan atau peristiwa itu terjadi. Contoh : here, now, softly, loudly, tomorrow, again, twice, never, dll.

Contoh :
a.   I am working now.
(kata now dalam kalimat tersebut adalah keterangan waktu yang menerangkan kata kerja working).
b.   Hendi speaks loudly.
(kata loudly dalam kalimat tersebut menerangkan bagaimana cara Hendi berbicara).
c.   Wenny never comes before dinner.
(kata never dalam kalimat tersebut merupakan keterangan petunjuk frequensi/keseringan).

b.      Adjective
Adjective adalah kata yang merupakan salah satu bagian dari part of speech yang berfungsi untuk menjelaskan noun (kata benda) termasuk Pronoun (kata ganti benda/orang). Adjective biasanya mendahului kata benda atau kata ganti yang diberi sifat atau bisa juga berdiri sendiri jika menjadi objek sebuah kalimat nomimal.

Adjective (kata sifat) memberikan informasi tentang kata benda. Contoh:
a.       She’s an excellent dancer.
b.      My mother has just bought a new house.
c.       Joan is a good driver.

II.                Perbedaan antara Adverb dan Adjective
a.       Adverb atau Kata keterangan.  Tidak seperti kata sifat, kata keterangan dapat ditemukan di berbagai tempat dalam kalimat. Kata keterangan yang paling mungkin berakhir dengan "-ly". Kata keterangan menunjukkan cara, waktu, tempat, penyebab, atau derajat dan menjawab pertanyaan seperti "bagaimana", "ketika", "mana", "berapa banyak".

Sebagai contoh:
Anjing itu dengan cepat berlari ke pemiliknya.
Kata "cepat" menggambarkan dan memodifikasi kata kerja berlari. Ini
juga menjawab pertanyaan "bagaimana". Bagaimana anjing itu lari? Itu berlari "dengan cepat".

b.      Adjective atau Kata sifat: Sebuah kata yang menjelaskan, mengidentifikasi atau memenuhi syarat sebuah kata benda atau kata ganti. Sebuah kata sifatbiasanya, namun tidak setiap saat, ditulis / berada sebelum kata benda atau kata ganti yang memodifikasi.

Sebagai
contoh:
1. Kucing lucu sedang tidur. 

2. Kucing itu lucu.
Kata "lucu" menggambarkan dan memodifikasi kucing sebagai kata benda.

Sumber :
-          http://anamateurjournalist.blogspot.com/2013/04/perbedaan-adverb-dengan-adjective.html
-          https://elkace.wordpress.com/2008/12/05/pembahasan-%E2%80%9Cadverb%E2%80%9D/
-          http://inggrisonline.com/pengertian-jenis-dan-contoh-kalimat-adjective/
-          http://inggrisonline.com/pengertian-dan-jenis-adverb-sertai-contoh-kalimat/

-          http://sharing4happiness.blogspot.com/2012/05/adjective-vs-adverb.html

Senin, 23 Maret 2015

Conditional Sentence

Pengertian Conditional Sentence

Conditional sentence adalah complex sentence (kalimat majemuk) yang dibentuk dari subordinate clause yang diawali dengan subordinate conjunction if berupacondition (syarat) dan main clause berupa result/consequence

Conditional Sentence Type 1

Dalam konteks tipe pertama ini, kita akan berbicara mengenai masa depan. Membicarakan pengandaian masa depan memang sering dilakukan. Sebagai contoh, anda berada di minggu pagi dengan rencana bermain sepak bola ketika sore tiba. Kendati demikian, anda melihat langit berawan dan sepertinya akan hujan. Kemudian, anda membuat pengandaian bahwa jika langit hujan, maka akan berada di rumah dan tidak bermain sepak bola. Di bawah ini, ada beberapa penjelasan mengenai kalimat pengandaian tipe 1.

Jika
Kondisi
Hasil
present simple
WILL + base verb
If
it rains
I will stay at home.
Jika
Hujan
Saya akan tinggal di rumah.

Rumus Conditional Sentence Type 1

Rumus conditional sentence type 1 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.

if + condition, result/consequence

Atau

result/consequence + if + condition
(will + bare infinitive)/imperative + if + simple present

Negatif if + condition
Rumus: if…not dapat digantikan dengan unless.
Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 1

Berikut beberapa contoh kalimat conditional sentence type 1.
Kalimat
Contoh Kalimat conditional Sentence type 1
(+)If I have free time, I will go swimming. (Jika saya punya waktu luang, saya akan pergi berenang.)
If the bell rings, I’ll go home. (Jika bel berbunyi, saya akan pulang ke rumah.)
If you meet Andy, ask him to call me. [Imperative] (Jika kamu bertemu Andy, minta dia menghubungi saya.)
(-)
If you don’t finish your homework, your teacher will be angry. (Jika kamu tidak menyelesaikan pekerjaan rumahmu, gurumu akan marah.)
If he doesn’t come, I won’t be angry. / Unless he comes, I won’t be angry. (Jika kamu tidak datang, saya tidak akan marah.)
If he comes, I won’t be angry. (Jika dia datang, saya tidak akan marah.)
(?)
If they invite you, will you come? (Jika mereka mengundangmu, akankah kamu datang?)


Conditional Sentence Type 2

Conditional sentence type 2 atau second conditional adalah conditional sentence yang digunakan ketika result/consequence (hasil) daricondition (syarat) tidak memiliki atau hanya sedikit kemungkinan untuk terwujud karena condition-nya tidak mungkin dipenuhi dimasa sekarang (present unreal situation) atau condition-nya sulit untuk dipenuhi di masa depan (unlikely to happen).

Rumus Conditional Sentence Type 2

Berikut rumus conditional sentence type 2.
if + condition, result/consequence
if + simple past, would/could/might + bare infinitive

Atau

result/consequence + if + condition
would/could/might + bare infinitive + if + simple past

Negatif if + condition
Rumus: if…not dapat digantikan dengan unless.

Were Menggantikan Was
Pada conditional sentence type 2, were digunakan menggantikan was meskipun subjek yang digunakan merupakan 3rd person pronoun (she, he, it) maupun kata benda tunggal. Hal ini untuk menunjukkan bahwa pengandaiannya benar-benar hanya berupa khayalan semata karena condition-nya tidak mungkin dipenuhi (present unreal situation).

if + condition, result/consequence
if + S + were, would (could/might) + bare infinitive

Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 2

Beberapa contoh kalimat conditional type 2 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut di bawah ini.
Kal.
Contoh Kalimat Conditional Sentence type 2
Fact
(+)
If it rained tomorrow, I would sleep all day. (Jika besok hujan, saya akan tidur sepanjang hari.)
but I don’t have much hope it will rain (tapi saya tidak punya cukup keyakinan bahwa besok akan hujan)
If Nisa studied hard, she would pass. (Jika Nisa belajar keras, dia akan lulus.)
but Nisa doesn’t study hard (tapi Nisa tidak belajar keras.)
If I had much money, I would buy a sport car. (Jika saya punya banyak uang, saya akan membeli sebuah mobilsport.)
but I don’t have much money (tapi saya tidak punya banyak uang)
If I were a millionaire, I would donate my money to charity. (Jika saya seorang millionaire, saya akan mendonasikan uang saya untuk amal.)
but I’m not a millionaire (tapi saya bukan seorang milioner)
(-)
If Nisa studied hard, she wouldn’t fail. (Jika Nisa belajar keras, dia tidak akan gagal.)
If Nisa didn’t study hard, she would fail. atau Unless Nisa studied hard, she would fail. (Jika Nisa tidak belajar keras, dia akan gagal.)
If I were a millionaire, I wouldn’t donate my money to charity.
(?)
If Nisa studied hard, would she pass?
If you had much money, would you buy a sport car?
If you were a millionaire, would you donate my money to charity?


Conditional Sentence Type 3

Conditional sentence type 3 atauthird conditional adalah conditional sentence yang digunakan ketika result/consequence (hasil) dari condition (syarat) tidak ada kemungkinan terwujud karenacondition-nya harus sudah dipenuhi di masa lalu.

Rumus Conditional Sentence Type 3

Bagian conditional clause (if + condition) menggunakansubordinate conjunction “if” dan past perfect tense, sedangkan bagian main clause (result) menggunakanperfect modal (modal + have + past participle). Berikut rumus conditional sentence type 3.

if + condition, result/consequence
if + past perfect, would/should/could/might have + past participle

Atau

result/consequence + if + condition
would/should/could/might have + past participle + if + past perfect

Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 3

Beberapa contoh kalimat conditional sentence type 3 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.
Kalimat
Contoh Kalimat Conditional Sentence type 3
Fact
(+)
If you had remembered to invite me, I would have attended your party.
(Jika kamu ingat mengundang saya, saya akan hadir di pestamu.)
but you didn’t remember
(tapi kamu tidak ingat)
If I had given the interviewer really good answers, I might have got a higher position than you.
(Jika saya memberi jawaban yang benar-benar bagus ke pewawancara, saya mungkin memdapatkan posisi yang lebih tinggi dari kamu.)
but I didn’t give really good answers
(tapi saya tidak memberikan jawaban yang benar-benar bagus)
(-)
If the waitress had been careful, she wouldn’t have broken many plates.
(Jika pelayan tersebut hati-hati, dia tidak akan memecahkan banyak piring.)
but the waitress wasn’t careful
(tapi pelayan tersebut tidak hati-hati)
(?)
If he had asked you for forgiveness, would you have forgiven him?
(Jika dia meminta maaf kepadamu, akankah kamu memaafkannya?)
but he didn’t ask you for forgiveness
(tapi dia tidak meminta maaf)


Reference :












Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More